45

Minggu, 9 April 2017, saat itu dia hendak berangkat dinas ke kantornya di unit kecelakaan berlalu lintas tepatnya di Jakarta timur aksi penodongan dan juga penyanderaan yang berhasil di gagalkan oleh sala satu satlantas yaitu Sunaryanto.

Begitu mendekati angkot itu,Yanto yang mendapati seorang cowok yang belakangan ini di ketahui yang bernama Waman yang sedang menyandera wanita yang berkerudung yang bernama Okta,saat itu Okta sedang memangku anaknya yang masih balita.

Saat itu bocah kecil itu sedang tertidur di pangkuan pada saat nyawa sang ibu sedang dalam bahaya Yanto melihat peristiwa yang sangat rawan itu Yanto gegabah untuk mengail langkah untuk menyelamatkan ibu dan balita tersebut dan Yanto berusaha berunding dengan pelaku nya itu.

Pada saat sang pelaku sudah mulai lengah,salah satu anggota satlantas ini langsung menembak si pelaku,dan tembakan Yanto sama sekali tidak meleset tembakan tersebut mengenai lengan kanan dan korban pun terbebaskan setelah setengah jam lebih di sandera dan korban mengalami sedikit luka tepanya pada lehernya.

Pelaku naik dari depan kantor Perumnas III kasus ini yang bermula pada saat angkot yang ditumpangi korban dan juga anaknya yang masih balita,Wati, dan juga Hera pelaku langsung menodong dengan sebilah pisau kepada penumpang yang ada di dalam.

Wati sempat adu mulutdengan si pelaku sampai pada akhirmya Wati sempat minta tolong dan sebelum nya Wati juga sempat menyerahkan HP, uang beserta perhiasan,Wati sempat berteriak untuk meminta tolong dan sopir angkot tersebut menghentikan mobilnya dan pelakupun gelagapan dan Wati memanfaatkan momen itu sehingga akhrinya Wati turun dari angkot itu

Parahnya Okta dan putranya tidak sempat turun dari angkot tersebut dan Okta pun menjadi korban penodongan pelaku dan untungnya setelah setengah jam di sandera si pelaku Yanto kebetulan melintas dareah tersebut dan okta dan putranya pun terselamatkan dari kematian.

Advertisements