6c227ef5-c172-47f9-b596-2b4798c0fb30_169.jpg

Pada saat ini Kementrian Dalam Negeri telah mempersiapkan 200 ribu blanko KTP elektroik untuk warga Jakarta. Jadi bagi warga Jakarta yang sampai saat ini masih memegang suket ( surat keterangan ) dari dinas kependudukan bisa menukarkannya sekarang dengan KTP elektronik yang baru. “ Saat ini warga sudah bisa menggantikan suket yang kemarin diberikan dengan e-KTP yang baru. Blanko yang kemarin bermasalah sudah kami gantikan dengan Blanko yang baru. Kemarin kami memberikan 100 ribu blanko dan blakangan ini kami tambahkan lagi 100 ribu blanko lagi,” ujar Plt Sumarsono.

Sumarsono berharap dengan adanya blanko e-KTP ini warga dapat menggunakan KTP baru pada Pilkada mendatang dan berharap nantinya hal ini dapat mengurangi kecurangan yang terjadi selama masa pilkada. Ia berharap warga dapat berkerja sama dengan segera menggantikan suket yang lalu dengan e-KTP yang baru saat ini pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta.

Sementara itu untuk penerbitan suket hanya berlaku bagi warga pendatang baru dan akan diberhentikan pada H-3 hari pencoblosan. Namun suket sendiri masih dapat digunakana pada Pilkda DKI nantinya. Hal ini dilakukakan untuk meminimalisasi adanya pemilih yang datang dari luar daerah dan melakukan kecurangan suara pada Pilkada nantinya. “ Lima hari terlalu lama, kalau hanya satu hari pastinya tidak mungkin cukup waktunya jadi kita mengambil jalan tengahnya saja kita ambil tiga hari,” ujar Sumarsono

KPU DKI Jakarta meminta agar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk tidak menerbikan Surat Keterangan pada H-5, namun karena dinilai terlalu lama diambil jalan tengahnya saja. Pada data yang tercatat hingga maret 2017 setidaknya ada 96.54 persen atau sebanyak 172.046.898 orang yang sudah melakukan pendataan e-KTP. Namun masih ada 3.46 persen atau setara dengan 6.160.452 orang  yang masih belum melakukan pendataan untuk e-KTP.

Diharapkan dengan adanya blanko ini warga bisa menggunakannya secara maksimal, guna mengurangi tindakan kecurangan yang dapat dilakukan oleh pihak pihak yang tidak diinginkan.

Advertisements