13

Hasil dari perdebatan antara Ahok dan Anies sudah lebih tajam dan akan lebih menusuk ke dalam persoalan ,debat final dalam rangkaian pilkada DKI Jakarta pada putaran kedua dan patut diapresiasikan,senuah keputusdan yang tepat dari KPU DKI Jakarta melibatkan komunitas masayrakat untuk ikut mengungkapkan permasalahan masayrakat ibu kota sekaligus menanyakan langsung kepada kedua pasangan di arena debat.

Harus kita akui jika bisa dibandingkan dengan debat-debat yang sebelumnya di putaran yang kepertama,debat pamungkas menjadai lebih pedas karena sudah lebih menunjukkan subsatansi dari pada teori,peratanyaan dari kalangan atau pengamat bukan tidak berkualitas namun melainkan lebih teoretis sehingga jawaban juga lebih banyak yang terdengar memakai bahasa teori.

Pertanyaan dari publik bisa lebih praktis dan sangat menyentuh permasalahan sehingga menuntut jawaban yang juga praktis dan taktis,keterlibatan publik melalui komunitas itu juga secara tidak langsung telah membantu pelaksanaan debat menjadi sebuah pentas untuk berdagang program dan juga beradu gagasan konkret,cukup melegakan permasalahan itu lumayan terbongkar meski tidak terlalu tuntas.persoalan yang di angkut juga lebih nyata bukan persoalan yang dibuat-buat yang biasa di lakukan untuk menutupi masalah yang sebelumnya.

Armosfer yang sedang berkembang dalam debat terakhir diharapkan sanggup untuk merubah pandangan skeptis sebagian orang Jakarta terhadap pilkada sehingga mereka mau berpartisipasi dalam pilihan diputaran yang kedua kalinya,dengan demikian kita tentu ingin debat yang mungkin lebih berkualitas dan itu dapat menarik banyaknya pemilih untuk mau dilibatkan dalam pilkada DKI Jakarta di putran kedua tepatnya di tanggal 19 April nanti.

Debat disebut berhasil apabila arena itu juga dapat menjadi alat untuk menggiring pemilih menentukan preferensi mereka berdasarkan program yang sudah di tawarkan kandidat,sisi baik kandidat tentu tidak bisa hanya dilihat dari sejarah debat dikatakan sukses bukan hanya ketika ia bisa menglaborasi secara mendalam hal yang substansiaal dan juga mendasar namun juga ketika ia mampu partisipasi warga dalam pemungutan suara.

Karena itu harusnya debat bisa memberikan referensi yang penting terutama bagi pemilih yang belum menetukan pilihanya,yang dibutuhkan pemimpin adalah di satu wilayah yang masih sarat dengan belitan dari persoalan yang sulit dan hal ini tidak bisa dikatkan tidak semua itu hanya akan tergambar lewat program konkret yang salah satunya di pertarungkan di dalam debat ini.

Pemilih seharusnya akan menjahkan pilihan kepada kandidat dnegan program konkret dan juga rasional dan pilkada adalah pertandingan program bukan pertandingan emosional program yang ditawarkan para kandidat seharusnya program yang rasional bukan program yang abal-abalan yang indah diucapkan diatas panggung debat namun sangat sulit bahkan tidak mungkin direalisasikan di panggung kenyataan.

Advertisements