71

Angka itu berdasartkan hasil jajak pendapat lembaga servei indikator politik Indonesia 80 % warga DKI tidak setuju dengan penggunaan isu agama dalam pilkada DKI,mereka yang setuju menilai tidak ada salahnya untuk menggunakan isu agama dalam kontestasi politik di ibu kota.

Responden ditanyai soal opini yang menyebut kalau orang islam akan berdosa jika memilih basuki sebagai Gubernur,Indikator politik Indonesia juga coba melakukan jajak pendapat dengan pertanyaan yang lebih rinci,sedangkan 36% responden mengaku sependapat dan ada juga 9% responden yang memilih untuk tidak menjawab.

Hasil survei Indikator politik menunjukkan 62% lainnya menyatakan setuju dan ada 4 persen yang tidak menjawab dan Burhanuddin juga melakukan jajak pendapat soal maraknya berita penolakaan salat jenazah bagi pendukung salah satu pasangan calon.

Tingkat kepercayaan 95 % dengan asumsi simple random sampling toleransi kesalahan survei hanya sekitar 4.5%, pada jajak pendapat ini responden yang diwawancarai langsung sebanyak 495 orang di seluruh wilayah Jakarta dari target 1000 orang.

Ukuran sampel masing-masing stratum di tetapkan secara profesional sesuai populasi pemilih,sedangkan systematic sampling yakni di masing-masing kecamtan gender dipilih sampel pemilih secara acak sistematik,stratified systematic sampling adalah secara stratifikasi berupa populasi di kelompokkan menurut kecamatan dan juga gender.

Sedangkan,pasangan Ahok & Djarot 47.4% sebanyak 4.4% responden belum menentukan pilihan,ini dari hasi survei ini adalah ingin mengetahui tingkat elektabilitas finalis pilkada DKI.

 

Advertisements