26ec2893-8604-4824-a478-a459122887da_169.jpg

Saat ini kita ketahui bahwa semakin panansnya isu yang menyangkut para pasangan calon yang ada pada Pilkada DKI Jakarta. Melihat apa yang terjadi pada ibukota ini Keuskupan Agung Jakarta memberikan lima himbauan pada umat Khatolik yang ada di ibukota DKI Jakarta. Himbauan ini sendiri dikeluarkan karena melihat keadaan yang tidak stabil saat ini pada ibukota Jakarta.

“Saya harap para warga sekalian agar tetap tenang dan untuk tidak takut dengan situasi yang terjadi saat ini. Saat ini kita harus mendukung dan bersyukur dengan segala upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah saat ini guna memberikan keamanan dan menjaga suasana agar tetap kondusif seperti saat ini,” ujar I. Suharyo, Uskup Agung Jakarta pada Konfrensi pers yang digelar pada Gereja Katederal Jakarta.

Pada putaran kedua ini kita ketahui bersama bahwa hanya tersisa dua pasangan calon, yakni Basuki Tjahja Purnama ( Ahok ) – Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno. Dirinya juga menghimbau agar warga bisa menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin guna mengurangi adanya tindak kecurangan yang terjadi nantinya, dan juga jangan ragu atau pun takut untuk melaporkan adanya tindakan kecurangan yang terjadi selama masa pemilihan suara.

“Saya menghimbau agar semua umat Khatolik dapat menggunakan hak pilihnya pada putaran kedua ini, dan memberikan waktu untuk memberikan hak suaranya pada TPS yang sudah tersedia. Melihat pentingnya pilkada DKI Jakarta ini pada masa depan bangsa selanjutnya, jadi harus kita sama sama peduli dan meluangkan waktu sedikit untuk memberikan suaranya,” ucapnya.

Diharapkan nantinya hal ini dapat memberikan arti positif pada bangsa ini dan memberikan keutuhan NKRI ini berdasarkan dasar dasar Negara yang sudah ada. Dalam menentukan pilhannya sebaiknya sebagai umat Khatolik yang baik kita menggunakan hati nurani kita sendiri  dengan mengedepankan asas yang tercantum pada kebhinekaan.

“Mari kita sama sama mendoakan keutuhan bangsa ini dan agar Tuhan turut serta memberikan rahmatnya pada Negara kita ini. Dan untuk para pemimpin senantiasa diberikan rahmat kebijaksanaannya hingga dapat menjalani dan melalui semua proses ini bersama sama dan memajukan bangsa ini dan juga semakin adil,” ujar Suharyo.

Uskup sendiri juga meminta warga untuk dapat membedakan tempat diman harus berpolitik dan beribadah. Tidak seharusnya tempat ibadah menjadi tempat berpolitik.

Advertisements