02312

Amarah atau kemarahan awalnya dikaruniakan oleh Tuhan kepada manusia dan berfungsi untuk membentuk pertahanan diri terhadap lingkungan sekitarnya,lambat laun ketika manusia semakin bertambah banyak,tujuan amarah semakin berubah fungsi.

Manusia menggunakan kemarahannya hanya untuk menyakiti sesamanya,untuk melupaka emosinya serta mengitimidasi sesamanya,setiap orang dari kita sebagai umat manusisa memiliki amarah di dalam siri kita masing-masing.

Tingkat pendidikan seseorang juga memiliki andil dalam kemampuan seseorang mengendalikan amarahnya,pola asuh dari orang tua kita sewaktu kita masih kecil juga berpengaruh dalam kemampuan seseorang mengendalikan amarahnya dan yang pastinya kemampuan setiap orang itu berbeda-beda.

Sebuah penelitian kedokteran baru-baru ini menyatakan bahwa,ketika seseorang marah sel-sel saraf di dalam otak melakukan bunuh diri secara massal,oleh karena itu,ketika anda marah anda hanya memiliki 2 pilihan apakah anda akan menuruti kemarahan anda atau anda akan melawan kemarahan anda.

Kita sangat mengharapkan hubungan kita sebagai anggota keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat dapat selalu terjaga kedamaian serta kerukunan,ketika sebuah masalah datang menghampiri masalah-masalah tersebut dapat mengatasi emosi kita untuk menjadi marah ketika marah kemampuan seseorang akan nampak apakah dia mampu untuk mengatasi kemarahanya atau tidak.

Ketika anda marah,anda tidak pernah sedikit pun diuntungkan,kemarahan tidak pernha menjadi sebuah sukacita,tidak ada kedamaian dalam kemarahan,kita tidak akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik jika kita menuruti amarah kita,ketika konflik sedang kita alami,kita memiliki hak pilihan bebas akan menjadi pribadi seperti apa kita akankah kita menjadi manusia yang beradab atau justru kita menjadi liar.

Mengendalikan amarah di dalam diri kita ibarat berusaha mengendalikan kuda liar yang terlepas kita tidak sedang menghadapi musuh yang nampak kasat mata,musuh tersebut ada dalam tubuh kita dan musuh tersebut adalah diri kita sendiri.

Janganlah padamkan api dengan api kita tidak akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik jika kita menuruti amarah kita atasilah kemarahan anda dan jangan menyerah terhadapnya sekali lagi tidak ada kedamaian dalam kemarahan.

Advertisements