087236200_1491883544-o-UNITED-AIRLINES-JET-facebook

Setelah insiden yang memalukan yang sempat menjadi viral beberapa waktu lalu, dimana maskapai United Airlines menyeret salah satu penumpang yang tidak bersedia di keluarkan dari maskapai mereka, karena terpilih secara acak karena menjadi sukarelawan yang harus menyerahkan kursinya kepada official mereka.

Maskapai United Airlines kini menawarkan kompensasi hingga 10000 US$ kepada mereka yang bersedia menyerahkan tempat duduk mereka kepada penerbangan yanng padat. Langkah ini sebenarnya hanya untuk memperbaiki image mereka dimata publik setelah insiden pemondahan paksa penumpang yang menjadi sorotan dunia.

Tawaran United tersebut diumumkan setelah saingannya Delta Airlines berencana untuk menawadrkan hinggaUS$ 9950 untuk kasus serupa. Selain itu juga akan mencari cara agar dapat mengurangi penerbangan yang terlalu padat dan berupaya meningkatkan kepuasan pelanggan.

Tujuan dari United Airlines adalah untuk mengurangi penolakan boarding hingga mendekati nol dan menjadi perusahaan  penerbangan yang lebih berfokus pada pelanggan

United Airlines terus menjadi fokus kritikan oleh sejumlah media maupun netizen. Terdapat video yang direkam oleh sesama penumpang, yang menunjukkan seorang penumpang yang bernama David Dao (69 tahun), diseret keluar dengan paksa oleh petugas maskapai. Alasannya  karena kursinya akan dipakai oleh awak United yang harus menerbangkan pesawat besoknya.

Dao kehilangan 2 giginya , patah hidung dan mengalami geger otak akibat kekerasan tersebut. Dao telah menyuruh pengacaranya untuk mengajukan tuntuttan hukum kepda pihak maskapai.

United Airlines juga akan mengeluarkan kebijakn no question asked atau tidak akan bertanya mengenai laporan hilangnya barang bawaan penbumpang secara permanen,  dan berjanji akan langsung mengganti rugi US$ 1500 ats hilangnya tas penumpang beserta isinya.

United Airlines mengatakan bahwa ini adalah usaha kami untuk mengembalikan kepercayaan penumpang.

Munoz yang menjadi CEO United sejak tahun 2015 kemarin, banyak mendapatkan kritikan dan seruan agar segera mundur dari kursi jabatannya sesegera mungkin.

Advertisements