0.2

 

Mereka mendesak jaksa Agung H.M Prasetyo dicopot karena dianggap mengintervensi anak buahnya dalam memberi tuntututan dalam kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama.

Acara tersebut merupakan pengumupulan tandatangan dari warga mendukung pencopotan Jaksa Agung,Aksi ini di gelar di car Free Day kawasan Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu tanggal 30/04/2017.

Karena menurutnya tuntutan amat rendah dari jaksa kepada terdakwa kasus penista agama penuh dengan unsur politik,koordinator aksi menegaskan bahwa aksi ini untuk mengumpulkan dukungan dari masyarakat untuk mencopot jaksan Agung.

Dalam aksi ini kita menuntut Presiden Joko Widodo untuk mencopot jaksa Agung JAM Prasetyo dan hari ini mereka akan melakukan aksi serupa dikota Indonesia tepatnya di Jakarta,Bandung,Bandar lampung,Medan,Padang,Pekanbaru,Mtaram dan juga Malang.

Secara bergantian warga membubuhkan tandatangan di kain yang disediakan PP kami dalam menggelarkan aksi,aksi ini dimulai pukul 7.00 pagi tadi.

Salah satu warga yang memberikan tandatangan,dia sempat tidak terima dengan putusan jaksa terhadap Ahok kemarin yang hanya menuntut satu tahun dan dia mengatakan bahwa maksimal hukuman untuk Ahok adalah 5 tahun jadi mengapa tidak di maksimalkan saja hukuman tersebut.

Nico berkata mereka tahu bahwa HM Prasetyo merupakan kader dari salah satu partai pendukung pemerintah jadi kalau tuntutan tidak maksimal masyarakat curiga ada intervensi dan tebang pilihseperti melindungi terdakwa dari ancaman hukum.

Jangan ada pihak yang sengaja melindungi terdakwa dari jeratan kasusnya,jadi ini sudah termasuk keranah pidana harus dihukum seadil-adilnya,dia juga menegaskan bahwa terdakwa jelas menista agama dengan menghina ayat AL Quran.

Ikhsan Abdullah mengutarakan kekecewaan terhadap tuntutan ke Ahok tersebut,ia menilai tuntutan ia telah mengotori proses pengadilan di Tanah Air dan bahkan menurut dia Ahok telah memecah belah persatuan lewat kasus yang berawal dari pidato Ahok saat melakukan kunjungan kejra ke kepulauan seribu.

Advertisements