212300_candi-muaro-jambi_663_382

Kompleks Candi Muaro Jambi, salah satu tujuan wisata paling populer di Jambi, akan menjadi tuan rumah Festival Candi Muaro Jambi 2017 dari tanggal 11 sampai 14 Mei. Hari pembukaan acara empat hari tersebut akan bertepatan dengan Hari Waisak, yang jatuh pada 11 Mei. Sekitar 1.000 umat Buddha diharapkan datang ke kompleks untuk melakukan ritual untuk Hari Waisak.

Selain perayaan tersebut, acara ini juga akan menjadi tuan rumah sebuah bazaar, pertunjukan seni dan budaya, permainan dan kompetisi usaha kecil, menengah, termasuk pertunjukan tarian tradisional, Seloko (kompetisi sastra tradisional dari kelompok etnis Melayu) dan berjalan-jalan di sekitar kuil. kompleks.

Indra Gunawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Muaro Jambi, mengatakan bahwa festival tersebut bertujuan untuk mempromosikan kompleks tersebut sebagai pusat pendidikan dan penelitian dan tempat ziarah.

“Candi ini, dibangun pada abad ke-11, sangat strategis bagi sektor wisata negara. Melalui acara ini, kami berharap bisa meningkatkan jumlah pengunjung hingga 15 persen, “kata Indra. Festival tahun lalu berhasil menarik 8.000 pengunjung. Untuk tahun ini, pihaknya berharap bisa menarik 10.000 orang. Tiket masuk dengan harga Rp 3.000 per orang.

Kompleks candi meliputi tujuh desa, yaitu Danau Lamo, Muarojambi, Kemingking Luar, Kemingking Dalam, Teluk Jambu, Mudo dan Baru. Terletak di Kabupaten Muaro Jambi, 20 kilometer dari Jambi, dan dapat diakses melalui jembatan yang melintasi Sungai Batanghari.

Sampai dengan 82 reruntuhan candi dapat ditemukan di sana. Sampai saat ini, hanya tujuh candi yang telah dipugar, yaitu Gumpung, Tinggi I, Tinggi II, Kembar Batu, Astano, Gedong I dan Gedong II dan Candi Kedaton

Advertisements