096147600_1487171553-20170215--Agus---Sylvi-Akui-Kekalahan-AHY-Jakarta--Johan-Tallo-01.jpg

DPD Partai Demokrat Bali mengusulkan agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diusung menjadi calon Presiden di Pemilu 2019. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyambut baik wacana pencalonan Agus sebagai calon presiden. Menurut Fahri, banyaknya kandidat calon orang nomor satu di Indonesia berdampak baik bagi demokrasi.

“Ya silakan saja. Muncul yang muda-muda, mereka nanti berdebat sama yang tua-tua, kita lihat saja. Tapi kesempatan rakyat untuk memilih lebih banyak calon pemimpin itu baik untuk berdemokrasi,” kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Sejumlah pihak mengaitkan usulan Demokrat agar ambang batas pencalonan Presiden (Presidential threshold) dihapus menjadi 0 persen dengan rencana pengusungan Agus. Fahri menilai, dihapusnya angka ambang batas adalah hal positif karena bisa menjaring lebih banyak kandidat.

“Jadi gini presidential threshold 0 persen dalam rangka menjaring lebih banyak kandidat, maka saya menganggap itu positif saja,” terangnya.

“Semakin banyak kandidat yang mendaftar, makin banyak bangsa anak bangsa yang maju itu semakin bagus,” sambung Fahri.

Sebelumnya, kekalahan dalam pertarungan di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tidak membuat popularitas Agus Harimurti Yudhoyono turun. Kini, DPD Partai Demokrat Bali justru berniat mengusung putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu maju sebagai calon presiden.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, justru momen Pilgub DKI Jakarta menjadi kesempatan bagi partainya untuk memperkenalkan Agus. Dia juga menganggap, pria yang memilih pensiun dari TNI dengan pangkat Mayor itu pantas menjadi presiden.

“Pilkada Jakarta saat itu jelas jadi perhatian seluruh bangsa. Saatnya untuk Indonesia 2019, Agus layak jadi pemimpin negeri ini,” ungkap Mudarta, Sabtu (6/5) di Kuta, Bali.

Advertisements