diri

 

Yanto ditemukan tidak bernyawa di rumah kakak kandungnya di kecamatan Turen,setelah dimintai tanggungjawab atas kehamilan pacarnya Yanto yang asih berusia 20 tahun memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri.

Awalnya korban Yanto di panggil Wati tidak lain adalah kakak kandung dari pacarnya korban di tanyai tentang tanggung jawab terkait kehamilan adik Wati akibat perbuatan korban,korban di temukan kakak kandungnya meninnggal dunia pada hari senin kemarin sekitar ukul 14.30 WIB.

Korban berjanji akan kembali melanjutkan pembicaraan setelah selesai bekerja korban kembali ke tempat kerja nya,korban mengakui secara terus terang dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Namun di tunggu-tunggu hingga pukul 13.45 WIB korban tidak juga kembali ke tempat kerjanya,sekitar pukul 13.00 WIB korban meminta izin kepada atasannya kalau akan pulang untuk makan siang.

Selanjutnya kakak korban mencari kerumahnya karena kebiasaan kalu makan dirumahnya,saksi atasan Yanto kemudian meminta kaka kandung korban TWB yang juga bekerja di tempat yang sama untuk mencari keberadaan korban.

Toni melihat adiknya sudah gantung diri di slah satu ruang kosong di rumahnya korban gantung diri dengan seutas tali plastik Humas polres Malang mengatakan seperti itu tepatnya di hari senin malam.

Korban dinyatakan bunuh diri dengan ditemukan alat bukti tali yang digunakan sebagai sarana,tidak ditemukan adanya tanda-tanda adanya tindak kekerasan dalam tubuh korban,korban selanjutnya dimakamkan di TPU setempat atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan menolak korban dibawa kerumah sakit.

Yanto adalah anak paling bungsu dari 3 bersaudara dan dia memilih untuk mengakhiri hidupnya karena dia belum siap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya tersebut kepada pacarnya.

Advertisements