Jangkrik_1.jpg

Perusahaan energi berbasis di Roma Eni SpA telah memulai produksi gas di lokasi proyek pengembangan Jangkrik di Kalimantan Timur.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan pada hari Selasa, perusahaan minyak dan gas tersebut mengatakan produksi dari 10 sumur air laut dalam, yang terhubung dengan unit produksi terapung (FPU) “Jangkrik” yang baru dibangun, secara bertahap akan mencapai 450 juta kaki kubik standar per hari, Atau 83.000 barel setara minyak per hari.

Gas yang pernah diproses dari dalam FPU akan mengalir melalui pipa sepanjang 79 kilometer ke fasilitas penerima di darat dan kemudian melalui Sistem Transportasi Kalimantan Timur, sebelum akhirnya mencapai pabrik pencairan gas Bontang.

Gas dari Jangkrik-yang terletak di blok Muara Bakau-akan memasok pasar domestik lokal dan juga pasar ekspor gas alam cair.

Produksi “memberi kesempatan bagi Unit Produksi Terapung Jangkrik untuk menjadi pusat pengembangan penemuan gas terdekat Merakes [blok Sepinggan Timur di Kalimantan Timur dimana Eni memegang 85 persen saham dan perusahaan minyak dan gas milik negara Pertamina memiliki 15 persen ], Yang bisa mulai diproduksi dalam dua tahun ke depan, “kata CEO Eni SpA Claudio Descalzi.

Eni memiliki 55 persen saham dari kontrak bagi hasil produksi Muara Bakau melalui anak perusahaan Eni Muara Bakau BV.

Mitra lainnya adalah ENGIE E & P, melalui anak perusahaan GDF SUEZ Exploration Indonesia BV, dengan 33,3 persen saham dan PT Saka Energi Muara Bakau dengan 11,6 persen saham.

Advertisements