kor

 

Permasalahan ihwal video yang sempat viral bisa diselesaikan dengan musywarah,mabes polri menyatakan situasi keamanan di pontianak Kalimantan Barat dalam kondisi terkendali,video yang tersebar dan sempat membuahkan polemik itu merupakan informasi hoax karena terjadi pada tahun 2015 silam.

Sementara dalam waktu bersamaan kelompok yang mengatas namakan aksi bela ulama juga melakukan kegiatan aksi unjuk rasa,Martinus menyampaikan pihaknya telah mendapatkan informasi ihwal kelompok dayak yang melakukan pawai kendaraaan hias dalam pekan Gawai dayak.

Meski demikian sesuai standar pengamanan loksai pertemuan kedua kelompok tersebut tetap di lakukan penjagaan,Martinus memastikan tidak terjadi aksi penganiataan ataupun perusakan dalam kegiatan kedua aksi tersebut.

Kedua aksi ini berjalan diwaktu yang bersamaan,sedikitnya 3.037 personel polri dan TNI di turunkan untuk mengamankan pekan gawai dayak dan aksi bela ulama di pontianak,Iwan berharap dapat disampaikan secara damai dan bertanggungjawab sesuai dengan koordinasi yang telah dilakukan dan disepakati sebelumnya.

Sebelumnya wali kota pontianak Sutarmidji yakin aparat kepolisian dan TNI mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan di kota itu,jangan dijadikan Pontianak sebagai panggung yang membuat citranya menjadi tidak baik jika keduanya berjalan dengan baik kota Pontianak sebagai kota Pontianak harus tetap ama.

Wali kota Pontianak mengimbau seluruh masyarakat kota itu bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan kota itu bersama-sama aparat kepolisian dan TNI,menurut dia menciptakan citra dan iklim yang baik dan sangat mahal.

Video tersbut diduga mengandung unsur provokasi terhadap penolakan kedatangan ulama ke kalbar beberapa waktu yang lalu,perwakilan aksi damai bela ulama meminta kepolisian RI untuk bersikap netral dalam kasus video Gubernur kalbar cornelis yang beredar di media sosial.

Tujuan kedatangannya untuk meminta keadilan kepada aparat penegak hukum juga menuntut kepada kepolisian agar melakukan proses penyelidikan dan transparansi dalam laporan mereka atas kasus Gubernur kalbar tersebut.

Aksi damai bela ulama ini hanya untuk menuntut transparansi kasus yang menjerat cornelius,dia menambahkan umat islam tidak pernah melakukan tindakan yang membuat perpecahan dengan suku dan agama lain di Kalimantan Barat.

Advertisements