86c0bbcc30e018531535431fd99bd3d6.jpg

Kementerian Perhubungan akan meluncurkan pada hari Selasa di Bandara Raya Jakarta Raya Connexion (JAConnexion), yang akan melayani penumpang yang bepergian dari bandara Soekarno-Hatta ke beberapa hotel dan mal kelas atas di Jakarta.

Ketua Badan Pengatur Transportasi (BPTJ) Elly Sinaga mengatakan, layanan yang ditargetkan dari kelompok berpenghasilan menengah ke atas, bertujuan mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang bepergian ke dan dari bandara.

“JAConnnexion akan memudahkan orang untuk pergi ke dan dari bandara dengan bus berkualitas premium,” kata Elly dalam sebuah konferensi pers, Jumat.

Kementerian tersebut telah bekerja sama dengan Perum Damri, Blue Bird, Sinar Jaya dan PPD untuk menyediakan layanan tersebut.

Pada hari Selasa, 92 bus mikro ber-AC dengan onboard wi-fi akan diluncurkan di Bandara Soekarno-Hatta.

Setiap bus bisa menampung sekitar 20 penumpang, Elly menambahkan.

Dengan harga Rp 50.000, penumpang dapat melakukan perjalanan dari bandara ke beberapa hotel bintang empat dan lima di Sentra Kuningan, Semanggi, Dukuh Atas dan Bundaran HI.

Termasuk dalam rute tersebut adalah Hotel JW Marriott, Hotel Mulia, Ritz Carlton Hotel, Hotel Crowne Plaza, Hotel Grand Hyatt, Kempinsi Hotel dan Borobudur Hotel.

Mereka juga bisa berwisata ke Mall Taman Anggrek, Plaza Senayan, dan Mall Kelapa Gading dengan JAConexxion.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, akan dilengkapi dengan kereta tanpa sopir yang menghubungkan ketiga terminalnya. Pengoperasian skytrain yang disebut diharapkan dimulai pada bulan Juni.

Awalnya, dua mobil kereta dengan kapasitas 176 orang akan menghubungkan Terminal 2 dan Terminal 3, menurut operator bandara milik negara PT Angkasa Putra II (AP II).

“Sementara itu, pada bulan Agustus, skytrain akan beroperasi penuh, dengan tiga kereta dengan kapasitas 528 orang menghubungkan Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3,” kata direktur utama AP II Muhammad Awaluddin dalam sebuah pernyataan persnya, Rabu.

Dia menambahkan bahwa headway dari skytrain akan menjadi 5 menit, dengan 7 menit dibutuhkan untuk mendapatkan dari Terminal 1 ke Terminal 3.

Penumpang bisa mengakses jadwal kedatangan skytrain di smartphone mereka melalui aplikasi Bandara Indonesia, tambahnya.

“Karena Soekarno-Hatta akan berubah menjadi bandara transit, skytrain penting untuk membantu penumpang bergerak dengan mudah antara Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3,” katanya, menambahkan bahwa kereta tersebut akan bergerak pada jarak 60 kilometer per jam dan Akan dilengkapi dengan teknologi automatic guideway transit (AGT).

Investasi untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp 950 miliar (US $ 71,25 juta), termasuk pembangunan infrastruktur dan pengadaan saham bergerak.

Skytrain sendiri dibangun oleh perusahaan milik negara PT LEN bekerjasama dengan Woojin dari Korea Selatan, sementara infrastrukturnya akan ditangani oleh perusahaan konstruksi milik negara PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco.

Advertisements