DANI-DANA-DESA...

 

Pasalnya pemerintahan didesa itu tidak transparan soal jumlah dan alokasi dana yang masuk ke desa,desa Empat Negeri merupakan potret buruk pengelolaan dana Desa dibanding desa-desa lain di kecamtan lima puluh Kabupaten Batubara.

Selain itu APBDes RKP desa serta RAB di duga dirahasiakan agar kongkalikong dana rakyat hanya diketahui kroni-kroni kades,ketidak transparanan itu lanjtunya di dukung dengan pengerjaan pembangunan infrasruktur yang tanpa memasang papan informasi/plank.

Nilainya bervariasi disebut-sebut 3.5 juta untuk oknum pejabat di tingkat kecamatan dan 16 juta untuk oknum pejabat di tingkat kabupaten,menurut Irawan selain dugaan korupsi di Empat Negeri berkembang pula isu bahwa sebagian DD disektor oknum kades kepada oknum pejabat mulai dari tingkat kecamatan sampai pada oknum pejabat di tingkat kecamatan sampai pada oknum pejabat di tingkat kabupaten dengan diistilahkan uang pengamanan.

Sisi lain pengerjan proyek DD dan proyek-priyek yang bersumber dari APBD kab Batubara dikerjakan dalam waktu hampir berasamaan dimana keduanya tidak memasang plank,berkembangnya isu itu sambung Irawan menjadi sinyal kuat dugaan korupsi DD di Empat Negri,Kades diduga harus me mark-up proyek atau mungkin membuat laporan pengerjaan atau pengadaan yang bersifat piktif guna menambal kebocoran anggaran yang disetor.

Sekedar informasi selain DD dana variabel di desa Empat Negeri tahun 2016 yang disebut sebesar 170 kini juga menjadi sorotan warga.

Sama halnya BS alias KJ saat dihubungi guna dikonfirmasi seuami kades itu juga tidak memberi komentar,sebelumnya kepala Desa Empat Negeri Suminah berkali-kali dihubungi melalui telepon guna dikonfirmasi tidak berhasil dan pesan singkat yang dikirm ke nomor ponselnya juga tidak berbuah balasan.

Salah satu warga mengatakan bahwa begitu juga dengan variable yang tidak jelas alokasinya Kades meminta menjelaskan secara rinci dan akuntable itu uang rakyat bukan uang dari nenek. moyang,mereka akan menggelar aksi menuntut Kades menjelaskan kemana saja DD disalurkan selama 2 tahun terakhir.

 

Advertisements