teorris

Penangkapan atas terduga teroris di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, RS, diduga berkaitan dengan warga negara Indonesia yang menjadi buronan otoritas Filipina.karena dia berhasil kabur ke indonesia.

Menurut Martinus Sitompul sebagai Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol mengatakan, RS diduga merupakan pihak yang memberangkatkan empat WNI anggota kelompok militan Maute yang menyerang Kota Marawi, Filipina Selatan.

Martinus  mengatakan “Yang bersangkutan memfasilitasi pemberangkatan para WNI yang berangkat ke Turki dan Filipina Selatan, termasuk empat WNI yang ditetapkan sebagai DPO oleh otoritas Filipina,” ujar melalui keterangan tertulis, pada hari Rabu tanggal 7/6/2017.

Nama dari  Empat WNI tersebut yaitu Anggara Suprayogi (32), Yoki Pratama Windyarto (21), Yayat Hidayat Tarli (31), dan Al Ikhwan Yushel (25). Tak hanya itu, RS juga diduga mengirim uang dengan total 7.500 dolar AS ke Filipina untuk membantu operasional WNI itu selama di sana.

“Pengiriman uang ke Filipina Selatan sekitar bulan Februari 2017,” kata Martinus.

RS ditangkap di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, pada hari Selasa tanggal 6/6/2017. Dia langsung diamankan di Mako Brimob Polda DIY sebelum diterbangkan ke Jakarta.dan dari dia ada beberapa informasi yang didapat darinya.

Dari Pihak keluarga mengaku tidak percaya bahwa RS terlibat jaringan terorisme. Di lingkungan sekitar, RS dikenal sebagai orang yang terbuka dalam pergaulan.maka pihak keluarga pun tidak percaya atas yang terjadi pada dirinya.

Di dalam Philippine National Police (PNP) merilis tujuh nama WNI yang jadi anggota kelompok militan Maute.Selain dari empat orang tersebut, tiga lainnya yaitu Muhammad Ilham Syahputra, Mochammad Jaelani Firdaus, dan Muhammad Gufron.maka dari itu diharapkan berhati hati jika bertemu teroris dijalan.

Advertisements