Saat ini 'Custom Guards' Antusias untuk Menerima Bantuan dari Luar.jpg

Senyum manis terpancar dari wajah seorang ibu tua di penghuni Baduy Kompol saat mengemas kembali paket makanan pokok yang dimilikinya, tepat di pagi hari setelah sholat Subuh di jemaat Komplek Baduy, desa Leuwidamar, Lebak, Banten, Jumat (16/6).

“Tidak buruk, saya sudah menabung untuk Idul Fitri besok,” kata ibu tua ini dalam bahasa Sunda sambil membawa paket nasi, mie instan, minyak goreng, gula pasir, sirup dan susu kaleng yang dibalut dengan selendangnya.

Paket makanan pokok tersebut didistribusikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang merupakan bagian dari program bantuan paket makanan ke sejumlah suku terasing di enam provinsi di seluruh Indonesia.

Jumlah suku terasing adalah suku Anak Dalam di Jambi, suku Baduy di Banten, suku Bajo di Sulawesi Tengah, suku Dayak di Kalimantan Utara dan suku Kokoda di Papua Barat. Paket yang gratis dibagikan di 34 desa yang merupakan wilayah suku ini.

Direktur Koordinasi Penyaluran, Pemanfaatan, Perencanaan, Pengembangan dan Pelatihan Baznas, M Nasir Tajang mengatakan alasan penyaluran paket makanan di sejumlah suku terisolasi karena daerahnya terpencil dan kondisi aksesnya sulit dan menyebabkan pasokan pangan kerap terganggu.

“Kami melihat mereka di daerah terpencil dimana akses terhadap makanan terbatas,” kata Nasir di sela-sela distribusi makanan pokok ke suku Baduy Kompol di desa Leuwidamar, Jumat (16/6).

Terbatasnya akses terhadap kebutuhan pangan ini bukanlah isapan jempol. Kondisi jalan yang rusak semakin parah karena hujan deras di wilayah ini banjir. Tim Baznas telah terjebak dalam jalan berlumpur yang sangat tebal saat memasuki dan meninggalkan kampung suku Baduy Kompol. Padahal, mobil yang digunakan adalah mobil beroda besar yang dikhususkan untuk medan yang sulit.

Jumlah paket makanan yang disalurkan ke suku Baduy sendiri berjumlah 1.000 paket beras, minyak goreng, mie instant, ikan asin, tempurung udang dan berbagai bumbu dapur.

Baznas juga tidak hanya menjangkau suku Baduy Luar, tapi juga menyentuh suku Baduy Dalam. Paket makanan juga dibagikan kepada suku-suku yang masih kuat menjaga adat istiadat mereka di Cikeusik dan Cibeo, desa Kanekes, Lebak, Banten.

Di suku Baduy Dalam, antusiasme tersebut terlihat dari rawa-rawa mereka hingga bermil-mil dan bahkan untuk tetap bisa mendapatkan makanan pokok berupa sebuah paket yang proses pendistribusiannya oleh mediasi tokoh Baduy Kompol, Mohammad Kasja yang juga seorang muara da’i .

“Kami kaya jika bisa bermanfaat bagi orang lain,” kata Kasja saat menanyakan langkah-langkah terkait yang telah dilakukan untuk membantu suku Baduy Dalam.

Selain paket makanan pokok, Baznas juga mengadakan acara buka puasa, taraweh, sahur dan pengobatan massal gratis kepada masyarakat suku Baduy Kompol.

Advertisements