Dari 4 tersangka  tersebut ,Tersangka terakhir yang keluar yakni Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mojokerto Wiwiet Febryanto. Dia keluar sekitar 15 menit setelah Umar.dengan menuntup mukanya dengan sapu tangan.karena di jadikan tersangka korupsi

Pria yang diduga merupakan pemberi suap ke tiga Pimpinan DPRD Kota Mojokerto itu juga enggan bicara.karena menanhan rasa malunya dengan kesalahan yang di perbuat. Yang membuat Negara rugi besar.

Ia hanya tersenyum sambil berjalan masuk ke mobil tahanan.namun tidak menjawab pertanyaan para waratwan yang  ingin berbicara padanya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menahan empat tersangka dugaan suap di DPRD Kota Mojekerto. Keempat tersangka ditempatkan di rumah tahanan berbeda.dan  empat tersangka suap tersebut di hukum dengan hukuman ringan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, para tersangka ditahan selama 20 hari ke depan.karena sudah terbukti melakukan suap di kantor tersbut.namun kemungkinan besar hukumannya akan di rundingkan kembali. Karena hukuman tersebut tidak sesuai dengan tindakan korupsinya.

Uang suap agar DPRD bersedia mengalihkan anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program penataan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017 senilai Rp 13 Miliar.jadi  dengan cara tersebut untuk menghindari bahwa korupsinya lebih dari 13 miliar tersebut

Pemberi suap dalam kasus ini dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara penerima suap dalam kasus ini dijerat dengan pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Advertisements