BIMA BERHASIL AMANKAN TIGA TERDUGA TERORIS YANG BERBAIT DENGAN ISIS

Terorisme untuk saat ini sudah menjadi berita sehari hari bagi masyarakat dunia. Di Indonesia berita ini juga sudah menjadi makanan sehari hari juga. Beberapa waktu lalu Tim Densus 88 antiteror di Bima, Nusa Tenggara Barat berhasil mengamankan tiga orang terduga teroris yang merupakan Jemaat Ansharut Daullah ( JAD ) di Bima. “ Menurut pengakuan Kurniawan benar adanya mereka semua  merupakan bagian dari kelompak Jemaat Ansharut Daullah ( JAD ) di Bima yang berbaiat kepada kelompok jaringan ISIS,” ujar Wakapolda NTB Kombes Pol Imam Margono yang ditemui saat menghadiri jumpa pers di Mapolda NTB, Maratam beberapa waktu lalu.

Kurniawan merupakan salah satu dari tiga terduga teroris yang berhasil diamankan oleh Tim Densus 88 Antiteror bersama sejumlah personel Brimob Datasemen A Bima dan Polres Kabupaten Bima, di wilayah Paruge Na’e Bima Kota sabtu sore lalu. Dari hasil penangkapan yang dilakukan aparat berhasil mengamankan sebuah bomb aktif rakitan yang rencananya akan diledakan oleh Kurniawan di jalan lintas Dore Talabiu, Kabupaten Bima Sore malam.

Selain berhasil mengamankan sebuah bomb rakitan aktif, para aparat keamanan kemudian melakukan penggeledahan pada kediamannnya Kurniawan di Desa Dore, kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Dari kediaman Kurniawan ini aparat berhasil menemukan  berbagai macam peralatan yang diduga kuat digunakan untuk Kurniawan Cs untuk merakit bomb maupun bahan bahan untuk merakit bomb.

“ Peran Kurniawan Bin Hamzah ini merupakan sebagai pelaku utama dalam maracik dan merakit bomb dan dirinnya juga yang melakukan survey pada anggota anggota polisi,” ujarnya. Selain Kurniawan, identitas kedua rekannya juga berhasil diamankan yakni Nasrul Hidayat ( 21 ) dan Rasyid Ardiansyah ( 35 ). Nasrul Hidayat Alias Dayat yang juga berasal dari Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima saat ini  dirinya diketahui berstatus sebegai salah satu mahasiswa perguruan tinggi salah satu universitas.

Dalam dugaannya Dayat ini berperan sebagai Kurir. “ Kurir yang berperan sebegai orang yang membeli keperluan dalam membeli bahan bahan untuk merakit bomb,” ujar Mantan Wakapolda Papua ini. Sedangkan Rasyid Ardiansyah alias Yoga asal kelurahan Penato’I, kecamatan Mpunda, Bima Kota. Setelah melalui pemeriksaan ternyata Yoga pernah terlibat dalam jaringan teroris di Ciputat pada 2012 silam. Ada pun peranan Yoga yakni sebagai pelaksana FA’I ( Pengumpulan dana  untuk aksi terorisme ).

Advertisements