Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, mengaku telah mewanti-wanti seluruh kader Golkar untuk menghindari korupsi, terutama bagi mereka yang menduduki jabatan politik.karena kemungkinan kemungkinanan itu bisa ada di dalam politik.

Bahkan, kata Idrus, sejak Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar di Balikpapan akhir Mei lalu, Golkar juga mewanti-wanti kadernya untuk menjauhi praktik korupsi.karena itu membuat semua politikus tercemar karena oleh para koruptor

Dengan ditangkap tangannya Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti oleh KPK, ia meminta kader Golkar yang menduduki jabatan politik untuk mematuhi semua aturan hukum dalam mengambil kebijakan.karena itu bukan untuk politik namun juga untuk diri mereka sendiri

Idrus  mengatakan “Kami mengimbau kader Golkar ada kewaspadaan, kehati-hatian, dan tidak perlu takut, laksanakan kebijakan yang ada. Yang penting sesuai aturan yang berlaku. Yang penting kebijakan tidak rugikan rakyat,” lanjut dia.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Bengkulu, pada hari Selasa tanggal 20/6/2017. Dalam kegiatan tersebut, petugas KPK menyita uang yang dibungkus di dalam kardus.dan begitu banyak dokumen dokumen yang ternyata hasil korupsi

Febri mengatakan “Tim juga mengamankan sejumlah uang dalam mata uang rupiah di dalam sebuah kardus,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat.

Febri mengatakan, ada lima orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan. Menurut informasi, dua di antaranya adalah Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, dan istrinya Lili Madari.jadi saat ini kasus tersebut masih di selidiki.

Kelima orang yang ditangkap segera menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Bengkulu. Selanjutnya, uang tersebut disita sebagai barang bukti.

Febri mengatakan”Diduga ada transaksi yang terjadi antara pihak swasta dan pihak terkait penyelenggara negara setempat,” ujarnya.

Advertisements