ss.jpg

Ketua Himbara, Maryono mengatakan pengurangan peredaran uang tunai merupakan langkah untuk mendukung penuh Bank Indonesia dalam menggencarkan program cash less society melalui penggunaan uang elektronik seperti misalnya transaksi pembayaran tol, bus dan toko retail. Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HIMBARA) terus bersinergi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat luas. Dalam rangka memaksimalkan pelayanan menjelang libur Idul Fitri 1438 H, Himbara telah memasok uang sebanyak Rp 105,5 triliun. Jumlah tersebut menurun apabila dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kehadiran ATM Link memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi perbankan karena dapat menghemat biaya transaksi. Biaya transfer antar bank BUMN juga lebih rendah dibandingkan biaya transfer antar bank pada umumnya yang sebesar Rp 6.500. Transfer antar bank BUMN di ATM Link dikenakan biaya sebesar Rp 4.000. Dengan bersinergi, HIMBARA bisa memberikan pelayanan yang lebih bagi masyarakat, lebih mudah, lebih murah dan lebih luas sehingga lebih menjangkau masyarakat Indonesia,” jelas Maryono.

ATM Link merupakan sinergi Himbara yang sudah dimulai pada Desember 2015 dan per Juni 2017 jumlah ATM Link sudah mencapai sekitar 15.000 unit ATM. Hingga akhir 2017, Himbara menargetkan jumlah ATM Link mencapai 30.000 unit. “Masyarakat juga akan semakin dimudahkan jika ingin melakukan transaksi melalui ATM ataupun outlet. Karena secara total Himbara menyediakan hingga 61.210 unit ATM termasuk ATM Link dan juga 776 outlet yang tetap beroperasi secara terbatas selama libur Idul Fitri,” ujar Maryono di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (20/6).

“Hingga kuartal I-2017, Himbara telah gencar melakukan sosialisasi dan juga pendistribusian kartu prabayar HIMBARA yang telah mencapai 17,07 juta kartu. Selain ATM Link, Himbara juga melakukan sinergi dalam penggunaan kartu pra bayar untuk mendukung Gerakan Non Tunai. ,” jelasnya.

Himbara juga terus menggiatkan penggunaan kartu prepaid di 25 ruas jalan tol, yang jumlahnya akan bertambah 3 ruas jalan tol yaitu di ruas Semarang-Ungaran, Cinere-Jagorawi dan Cinere. Kartu prabayar Himbara, termasuk di dalamnya, e-Toll, Indomaret Card, Gaz Card, e-Money, Brizzi, Blink dan BNI Tapcash, menguasai 50 persen dari kartu prabayar nasional.

Hingga akhir 2017, sinergi Himbara juga menargetkan akan menyediakan 50.000 EDC Link yang sudah beroperasi dengan harapan peningkatan produktivitas EDC bisa naik melalui volume transaksi yang juga mengalami kenaikan. Konsolidasi infrastruktur EDC diperkirakan bisa menghemat biaya investasi HIMBARA.

Pada penyaluran Bansos PKH tahap I 2017, Himbara telah menyalurkan lebih dari 2 juta Kartu Penerima Manfaat (KPM) dengan total bantuan yang disalurkan lebih dari Rp 1 triliun. Selain PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga disalurkan oleh HIMBARA, dimana pada tahap I 2017 BPNT telah disalurkan kepada 1,25 juta KPM dengan penyaluran sebesar Rp 282 Miliar.Selain fokus pada pengembangan bisnis dan efisiensi, Himbara juga mendukung program pemerintah mengenai penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai, salah satunya melalui Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Advertisements