ouou

 

Tepatnya di Zebra Cross sebuah lampu lalu lintas di jalan jenderal Sudirman kota Semarang,mengenakan topeng orang utan seorang pemuda tampak berdiri di tengah jalan.

Bahkan sejumlah pejalan kaki tampak menoleh untuk memperhatikan apa yang dilakukan pemuda itu,sontaj kelakukan pemuda itu membuat para pengguna jalan yang tenagh berhenti di lampu merah memperhatikannya.

Ternyata sejumlah anak-anak muda tersebut merupakan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro ysng tengah meggelar kampanye cegah anak naik motor,dipinggir jalan juga terlihat beberapa orang lainnya dengan membawa pesan serupa untuk disampaikan pada para pengguna jalan.

Kegiatan digelar dalam rangka tugas untuk melakukan kampanye sosial,koodinator aksi Aditya Tri Saputro mengatakan kampanye ini utamanya untuk mengingatkan para orang tua agar tidak dengan mudah membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor.

Bahkan tidak sedikit yang akhirnya menjadi korban kecelakaan,ia pun mengaku mengambil tema ini karena keprihatinannya melihat anak kecil yang kini lalu lalang mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Salah satu mahasiswa mengatakan seharusnya diberi pemahaman jika memang belum cukup umru membawa kendaraan sendiri,juga dapat melatih anak taat aturan lalu lintas mereka juga dulunya menunggu mempunyai KTP dan SIM baru mereka berani untuk mengendarai sepeda motor,selain itu juga dibiarakan membawa kendaraan untuk sekolah, terlebih banyak anak-anak yang sudah berani mengendarai kendaraan di jalan raya dan tanpa menggunakan helm.

Kampanye-kampanye positif semacam itu perlu ditingkatkan untuk sama-sama memperbaiki diri agar tertib berlalu lintas,sementara itu salah satu warga semarang Utara saat itu tengah melintas mengaku mengapresiasikan apa yang dilakukan para mahasiswa tersebut.

 

Advertisements