Sebab idealnya kenaikan tarif hanya bisa dilakukan jika memenuhi persyaratan yang sudah diatur pemerintah sendiri,yayasan lembaga konsumen Indonesia menilai kenaikan tarif tol merak akibat peniadaan gerbang karang tengah melanggar aturan.

Bukan hanya soal subsidi silang antar pintu tol,dikhawatirkan lanjtunya perubahan tarif pasca penutupan bisa jadi menjadi momen untuk menaikkan tarif terselubung.

Akibatnya berdampak terhadap kemacetan yang lebih parah dipintu tol berikutnya,tulus menambahkan penutupan tersebut patut diduga tidak dibarengi dengan analisa dampak lalu lintas seperti volume lalu lintas dan tidak ada simulasi.

Akibat intergrasi ini,GT Karang Tengah sudah tidak ada transaksi sejak pukul 12 malam pada 9 April 2017,sebelumnya badan pengatur jalan Tol mengakui perubahan tarif tol ruas Jakarta-Tangerang-Merak disebabkan integrasi sistem transaksi pembayaran.

Sedangkan arah Jakarta dari Merak transaksinya saat masuk tol,Herry menjelaskan para pengguna jalan tol arah Tangerang transaksinya di pintu keluar,tarif berubah dikarenakan ruas Tangerang-Cikupa sistem terbuka dan Cikupa-Merak sistem tertutup.

Menurutnya penghitungan tarif untuk taruf integrasi ini menggunkan rumus jarak tempuh rata-rata dikalikan tarif,untuk itu Herry menyarankan untuk mereka yang tujuan jarak pendek untuk tidak menggunakan tol.

Tarif golonganI 7.000,9.500 ( II ),12.000 (III),16.000 (IV) dan golongan V 20.000 tarif yang berlaku mulai 9 April 2017 untuk ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Merak Tujuan integrasi ini adalah efisiensi dan mengurai kepadatan jalan Tol Jakarta-Tangerang karena simpul kepadatan di GT Karang Tengah telah dihilangkan sehingga lalu lintas terdistribusi dibeberapa titik.

Advertisements