Senyum merupakan ekspresi Anda. Ada senyum yang menyeringai, terbuka lebar, bahagia, bahkan gugup. Dilansir dari Rd.com, beberapa senyum bisa diartikan dan para pakar menjelaskannya untuk Anda.

  1. Senyuman gugup

“Otot-otot tersebut tidak secara sukarela lepas, melainkan terkontrol oleh Anda.” Ini dapat tergambar dari bibir Anda yang ditekan bersama-sama, dan otot-otot yang menaik dan menurun di salah satu sudut mulut Anda. “Senyuman ini terkontrol dan terlihat dari otot-otot wajah Anda ketika digunakan saat mengatur senyuman Anda,” ucap Gratch, seorang direktur dari virtual human research di USC’s Institute for Creative Technologies di Playa Vista, California, Amerika.

  1. Tertawa lepas

“Kepala Anda juga terlihat sedikit naik dan turun karena tertawa lepas.” Senyuman Anda pada wajah dapat memancarkan sukacita dan ketulusan.  Patti Wood, MA, seorang ahli body laguage di Atlanta, Amerika menjelaskan bahwa tertawa lepas adalah ketika mulut Anda terbuka dan gigi atas dan bawah Anda terlihat.

  1. Senyuman berbohong

Ada senyuman yang bisa menyembunyikan tipuan (dilakukan ketika seseorang sedang berbohong). Sebuah senyuman bisa menyembunyikan arti tersendiri. Patti Wood, MA, mengatakan bahwa senyuman ini bisa terlihat dari senyuman kecil yang tercipta dari wajah seseorang yang tiba-tiba terlihat ketika ia sedang melakukan sebuah aksi atau kegiatan tertentu. Misalnya ketika mengatakan tentang kondisi barang yang dibeli ketika bertransaksi yang sebenarnya kondisinya tidak sepenuhnya bagus, dan bisa di kejadian yang lainnya.

  1. Senyuman karena merasa tertekan

“Beberapa kondisi yang Anda hadapi bisa direspons oleh beberapa cara yang aneh dari otak Anda. Ini adalah respons Anda dalam mengelola kondisi emosional tertentu,” ujar Francis. Ada orang-orang yang tersenyum ketika mereka merasa tertekan. Menurut Shadeen Francis, seorang terapis keluarga dan perkawinan di Philadelphia, senyuman ini bisa terjadi saat menerima kabar buruk, ketika Anda sedang dalam keadaan bahaya, membuat Anda terdiam.

“Sebuah senyuman yang tak bisa dijelaskan karena apa bisa menjadi sinyal dari orang yang tertekan, terutama jika beberapa orang ada di sekelilingnya.” Francis menambahkan bahwa beberapa studi telah mendemonstrasikan bahwa ketika seseorang berada dalam lingkungan yang tertekan secara intens, senyuman lebih banyak terjadi dibandingkan dengan alarm non-sosial lainnya.

Advertisements