Ari dengan akun @rielmen adu argumen dengan akun @aryirfan12 yang mengaku dari kesatuan Brimob,hanya saja tidak rinci akun ini dari Brimob mana,kepala seksi pembinaan PPNS satpol PP Jabar Ari Safrizal Wildan ribut dengan polisi di media sosial Instagram.

Keduanya saling serang soal jabatan di masing-masing kesatuannya kegaduhan tangkapan adu komen dua orang beda Instansi itu sempat ramai dan viral di media sosial sejak minggu 2 Juli kemarin.

Ari yang diduga menjadi pemicunya sudah diperintahkan untuk meminta maaf,kepala satpol PP Jabar Enjang Nafandy tidak menyangkal adanya perselisihan di media sosial yang berujung dengan hadirnya sejumlah Brimob adanya perselisihan di media sosial yang berujung dengan hadirnya sejumlah Brimob ke kantor satpol PP pada kemarin malam.

Jadi mereka harapkan bisa selesai dalam kondisi ini mengendapkan kebaikan,dia berharap dengan itikad Ari yang sudah mendatangi polrestabes Bandung semoga tidak ada lagi ekses lainnya,apalagi satpol PP san Polri sama-sama pelayan masyarakat dia mengatakan jika diperpanjang khawatir membawa dampak buruk bagi dua institusi.

Untuk pemicunya Hendro tidak tahu rinci namun dia mengethui itu bermula dari media sosial,Kapolrestabes Bandung kombes pol Hendro Pandowo tidak menampik juga ada nya perselisihan antara anggota Polri dan satpol PP.

Ini bisa dimusyawarahkan dan tidak perlu diperpanjang sebelumnya sudah ada jabat tangan dan mereka anggap selesai,persoalan ini memang kata Hendro tidak perlu diperpanjang karena bisa dimusyawarah dan dibicarakan baik-baik.

Kepala seksi Pembinaan PPNS satpol PP Jawa Barat tersebut menyesali ucapan provokatif yang menyerang institusi Polri,sementara itu Ari Safrizal menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya di media sosial yang menghina anggota kepolisian berpangkat brigadir.

Hal ini diangapnya sebagai pembelajaran agar lebih berhati-hati dalam berkata-kata,Ari mengakui apa yang dilakukannya merupakan kesalahan,sehingga Ari yang merupakan menantu ksatpol PP Jabar Sigit Ujwalaprana keberatan menjelaskan awal pemicu kegaduhan di media sosial.

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi anggota lainnya termasuk PNS untuk tetap menjaga sopan santun In dan kode etik sebagai pelayan publik,satpol PP pun akan mengkaji kesalahan Ari terkait pemberi sanksi.

Advertisements