Kita ketahui bahwa Negara Amerika Serikat merupakan Negara adidaya dengan kekuatan teknologi yang hebat. Namun ada kabar yang kurang baik dari negeri paman Sam ini, baru baru ini diketahui bahwa ada belasan pembangkit listrik di AS ini yang di retas sejak bulan Mei hingga Juni. Menurut peryataan dari DHS ( Departemen of Homeland Security ) salah satu yang menjadi target peretasaan ialah fasilitas pembangkit listrik nuklir Wolf Creek.

Adanya dugaan peretasan itu dilakukan dari pihak DHS bahwa pelaku peretas pembangkitlistrik ini dilakukan oleh pihak luar ( diluar Amerika Serikat ). Kuat dugaan pelaku peratasan ini dilakukan oleh pihak dari Rusia, namun saat kembali dilakukannya konfirmasi pada pihak Wolf Creek Nuclear Operating Cooperating Corp mereka menolak bahwa sistem mereka berhasiil diretas oleh pihak lain. Pihak  Wolf Creek hanya menyatakan bahwa hal itu tidak berpengaruh pada aktivitas pembangkit tenaga listrik.

Menurut Jenny Hageman, Juru Bicara dari Wolf Creek Nuclear Operating Corp, sistem operasi dari computer pembangkit listrik berada terpisah dari jaringan yang ada di dalam perusahaan jadi hal yang terjadi tidak bisa menggangu aktivitas dari pembangkit tenaga listriknya. Pada jumpa pers bersama dengan DHS dan FBI ( Federal Bureau of Investigation ) menyatakan bahwa peretasaan yang dilakukan ini tidak memiliki kemungkinan untuk mengancam keamanan pada warga Amerika Serikat.

Modus yang dipakai para peretas ini hanya dengan mengirim surat Elektronik ke sejumalah petinggi perusahaan dengan modus surat lamaran kerja namun di dalam surat lamaran itu disisipkan perangkat lunak berbahaya ( Malware ). Saat ini para penyidik siber menyatakan bahwa teknik yang dilakukan ini sering digunakan oleh para peretas dari Rusia saat mereka menyerang salah satu sistem pembangkit listrik di Ukraina dua tahun yang lalu dan mengakibatkan Negara itu gelap gullita untuk beberapa waktu.

Ternyata bukan Amerika saja yang pernah mengalami peretasan sepeti ini, pada negeri Abang Sam bersama Israel ternyata juga pernah berupaya melakukan  peretasana pada sistem fasilitas Nuklir Iran dengan perangkat lunak Stunex. Cara yang digunakan ialah dengan mengubah / mengambil alih perintah  dan mempercepat generator nuklir diatas normal , ada kabar atas kejadian ini mengakibatkan beberapa kerusakan pada fasilitas nuklir.

Advertisements