Salah satu proyek pemeritah yang sedang mengalami proses pengembangan fisik Tanah Papua ialah dengan melakukan pembangunan jembatan terpanjang yang menelan biaya yang tidak sedikit, sekitar 1.6 Triliyun. Saat ini tanah Papua sedang mendapatkan sorotan dalam pembangunan  dan pengembangan prasarananya. Holtekamp merupakan jembatan yang akan hadir di Jayapura, Papua.

Jembatan ini nantinya akan memiliki panjang sekitar 732 meter dan biaya pembangunan jembatan ini mengambil dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk jembatan utama sepanjang 400 meternya. Pada APBD ( Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ) Prov Papua, digunakan untuk Jembatan Pendekat Arah ke Holtekamp dan menggunakan  APBD II dari Kotamadya Jayapura sepanjang 332 meter.

Nantinya jembatan ini akan memiliki lebar 21 meter dan dibangun diatas Teluk Youtefa. Sejak jembatan ini mulai dibangun pada 2015 lalu sampai saat ini  jembatan ini sudah mencapai 30 persen. Perlu diketahui bahwa jembatan yang akan berdiri di tanah Papua ini merupakan salah satu mega proyek infrastruktur yang akan di bangun di daerah timur dari Indonsia. Diketahui bahwa Jembatan Holtekamp nantinya akan menjadi salah satu sarana yang penting  dari jaringan Trans Papua sepanjang 4.325 Km.

Nantinya jembatan yang dibangun ini nantinya akan menghubungkan kota kota di sekitar Jayapura dengan Distrik Muara Tami. Nantinya ada empat distrik lagi yang akan di hubungkan dengan dengan Distrik Muara Tami yakni Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura dan Heram. Dengan adanya jembatan ini akan mempersingkat waktu tempuh dari kota Jayapura menuju Skow, Distrik Muara Tami yang merupakan perbatasan RI – Papua Nugini.

Bila jembatan ini tidak ada masyarakat harus berjakan memutar teluk dengan jarak tempuh sekitar 2.5 jam. Namun dengan adanya jembatan ini diperkirakan waktu tempuhnya akan menjadi berkurang jika biasanya 2.5 jam nantinya akan menjadi 1.5 jam saja. Diperkirakan jembatan ini akan rampung di tahun 2018. Adapun keunggulan dari Jembatan Holtekamp  yakni jembatan ini menggunakan kerangka baja pilihan dengan bentuk yang melengkung dan sangatlah kuat. Dengan bentuk demikian diharapkan jembatan ini akan bisa menjadi icon landmark dari kota Jayapura.

Tiang tiang pancang sengaja juga dibuat fleksibel agar nantinya bisa bergerak ke berbagai arah maksimal hingga 80 centimeter. Diperkirakan jembatan ini akan tahan sampai 1.000 tahun lamanya, dan jembatan ini pun dirancang untuk menghadapi gempa. Hal ini sengaja dirancang karena letak dari Teluk Youtefa merupakan salah satu jalur gempa yang cukup rawan.

Advertisements