Berkutat dengan segala tugas kuliah,atau bekerja di sebuah perusahaan maupun instansi pemerintah itu semua bagus dan tidak ada yang salah,namun beberapa anak muda ini sudah bisa mengahsilkan pundi-pundi uang yang tidak sedikit diusiannya yang baru 20-an tahun.

Siapa saj para anak muda yang telah sukses bikin iri di usianya yang baru 20-an tahun ini,baru anak muda yang punya usaha dengan omset 300 juta per bulan,usaha yang jatuh bangun mereka geluti ternyata membuahkan hasil yang diluar perkiraan.

Banyak orang memang menyetujui bahwa usaha waralaba merupakan salah satu cara terbaik dalam mengembangkan usaha dan Hamzah Izzulhaq membuktikannya,kalau biasanya kita mengenal dengan konsep franchise atau waralaba dengan jenis barang yang diperjualbelikan berupa makanan,kali ini Hamzah Izzulhap mencoba peruntungan dalam bidang bimbingan belajar.

Saat ini,Hamzah telah resmi menjadi direktur utama CV Hanamasa Indonesia yang didirikannya dan sering diundang beberapa direktur utama CV Hanamasa Indonesia yang didirkannya dan sering diundang beberapa acara sebagai pembicaraan dalam motivasi bisnis,di awal umur 20-an usaha waralabanya tersebut sudah mempunyai 3 lisensi cabang dengan jumlah peserta rata-rata 200 orang tiap semesternya.

Kini bisnis Dea mampu memproduksi 800 potong batik setiap bulan dengan harga 250.000 1.2 juta nilainya setara dengan 3.5 miliar per tahun atau 300 juta per bulan,Dea Valencia merupakan pengusaha muda yang menjual pakaian batik dengan nama brand Batik kultur,ia mendesain sendiri motif yang dijualnya, awalnya Dea hanya memperkerjakan 1 karyawan dengan menjual 2- potong pakaian.

Beberapa customer dari Norwegia,Amerika Serikat,Kanada,Jepang,Australia,Singapura dan Hongkong sudah melakukan pemesenan saat ini Dea mempekerjakan 85 karyawan di mana 40 di antaranya adalah difabel,kini Batik kultur bahkan telah diekspor ke beberapa negara.

Saat ini,Vanilla Hijab merambah ke fesyen pakaian dan juga tas wanita,sekitar belasan ribu Hijam dan lima ribu baju ludes terjual setiap bulan,Hijjab akan dibuat hanya jika ada orderan,bisa dibilang usaha ini yaris tanpa modal.

Saat itu mereka merugi hingga 70 juta,namun hal itu tidak menyurutkan semangat unutk terus mengembangkan usaha yang terus dikembangkan sampai saat ini,meski begitu kesedihan juga sempat menghampiri Intan dan Atina Jilbab produksinya sempat gagal produksi karena tidak sesuai dengan harapan mereka.

 

Advertisements