Dari menteri desa dan pembangunan daerah dan transmigrasi (PDTT). Eko Putro Sandjojo, menegaskan dan mengigatkan kembali bahwa pejabat daerah serta para pihak terkait lainnya agar tidak melakukan penyelewengkan pengunanaan dana desa. Dikarenakan itu adalah dana dana desa agar desa menjadi desa lebih baik lagi.

Itu di ketahui oleh Eko saat ada beritanya penangakapan yang dilakukan oleh komisi pemberantasan korupsi terhadap bupati pamekasan achmad syafil dan kepala kejaksaan negeri pamekasan Rudi Indra Prasetya terkait dana desa pada hari rabu 2/8/2017.dan itu merupakan pelajaran untunya

Eko kembali mengingatkan kembali pada para penjabat daerah bahwa pengunaan dana desa akan selalu di awasi dan tidak akan di lepas dari pengawasan di karenakan akibat adanya korupsi di dana desa tersebut.

Diberitakan sebelumnya kepala negeri pamekasan Rudi Indra Prasetya diduga menerima suap dari beberapa dana desa. Dengan nominal RP 250 juta. Dan itu membuat rugi desa yang terkena korupsi dan menjadikan desa semakin sulit untuk mencari nafkah

Kasus yang di beritakan sebelumnya diberitakan kasus ini bermula ketika sejumlah lembaga swadayamasyrakat melaporkan adanya pemnyimpangan dana anggaran dalam proyek infrastruktur senilai RP 100 juta yang mengunakan dana  desa angota LSM melaporkan kepala desa dasokm agus mulyadi ke jaksaan negeri pamekasan.

Mendengarkan ada laporan penyelewangan dana desa , kepala desa merasakan ketakutan dan berupaya menghentikan hukum namun ternyata menjadi lubang untuknya dan dia pun tertangkap  untuk saat di di periksa KPK.Agus yang menjadi kepala desa mengaku dia melakukan penyelewangan tersebut sehingga dirinya di tangkap oleh KPK. Dan ini merupakan pelajaran untuk eko untuk selalu menjaga ketat dana desa

Advertisements