Listrik gratis adalah sebuah konsep yang menarik banyak perhatian khalayak ramai. Namun banyak fakto yang menjadi penghalang hal ini untuk di wujudkan dab hal ini tidak pernah terwujud dibelahan dunia mana pun. Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia dan manusia harus membayar mahal akan hal ini dimana tiap bulannya diharuskan membayar untuk mendapatkan pasokan listrik ke rumah rumah.

Namun hal ini tidak menyurukan para peneliti untuk mendapatkan listrik gratis. Banyak hal sudah diupayakan untuk membuat sumber energy listrik yang bisa dimanfaakan secara luas dengan harga yang murah jika bisa gratis. Namun sayangnya hal ini seperti mimpi belaka, dimana banyaknya upaya dari ilmuan baik itu besar maupun kecil sudah dilakukan oleh ilmuan. Berikut daftar 6 cara jenius para ilmuan ciptakan listrik gratis yang gagal.

  1.       Mengisi Daya Smartphone dengan Petir

Saat ini smartphone sudah menjadi kebutuhan premier bagi kita, bisa dibayangkan seberapa sebalnya kalau smartphone kamu habis dayanya saat ingin dipakai. Belum lagi dengan waktu pengisian daya yang lama dan harus berulang ulang. Sebagian besar masalah teratasi dengan fitur fast charging.

Nokia bersama dengan Microsoft beberapa tahun lalu membuat solusi gratis untuk para pengguna smartphone dalam mengisi daya. Bersama dengan University of Southampton dengan membuat chager berdaya dari petir. Hal ini tengah dipelajari dan dibuat seaman mungkin bagi penggunanya baik itu dari membuat petir buatan dan hingga langsung menyalurkan daya ke baterai

Namun hal ini terkendala karena terlalu rumit jadi tidak dapat diproduksi secara massal.

  1.       Smartphone Berternaga Urine

Urine merupakan cairan didalam tubuh yang memiliki kandungan mineral yang berlebih pada tubuh. Kita juga ketahui beberapa manfaat dari urin bagi keseharian kita. Namun para ilmuan tidak kehilangan akal untuk memanfaatkan urine sebagai sumber tenaga baru. Seperti yang dilakukan oleh University of Bristol yang meneliti urin sebagai sumber tenaga baru.

Penelitian ini terkait dengan bakteri, dimana bakteri ini digunakan untuk membuat sel bahan bakar dari memecah bahan kimia yang terkandung dalam urine. Dari hasil proses ini nantinya daya yang dihasilkan akan disimpan di sebuah kapasitor. Namun masalah terbesarnya terletak pada kapasitornya yang nantinya bisa sebesar aki mobil.

  1.       Lampu Tenaga Bakteri

Kita ketahui bakteri itu ada yang baik dan yang jahat, tidak sedikit juga pemanfaatan bakteri pada kehidupan sehari hari manusia. Kali ini ilmuan membuat bakteri sebagai sumber daya untuk mengasilkan listrik. Hal ini di teliti oelh mahasiswa pasca sarjana di University of Wisconsin yang mengembangakan sebuah alat yang disebut Biobulb yang menghasilkan cahaya murni dari kekuatan para bakteri.

Bakteri yang digunakan ialan E.coli yang sudah dilakukan rekayasa ialng untuk gen Bioluminesen. Setelah dilakukan rekayasa bakteri yang terkandung didalamnya akan bercahaya layaknya kunang kunang. Cahaya juga akan terisi ulang secara otomatis dengan cahaya sekitar. Namun karena mahalnya biaya untuk membuat teknologi ini membuat ini hanya sekedar uji coba saja.

Advertisements