Bahkan dia mennuding mereka lebih banyak nogkrong dari pada kerja,Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah sempat menyinggung lambatnya kinerja DPRD DKI dalam melakukan pembahasan rancangan peraturan daerah.

Salah satunya adalah wakil ketua DPRD DKI Jakarta M,Taufik,Sontak komentar pedas tersebut membuat bebrapa anggota DPRD DKI Jakarta marah,Tujuannya untuk menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan pembahasan suatu raperda,Taufik mengatakan pernyataan Saefullah tidak berdasar karena selam ini eksekutif tidak memberikan naskah akademik.

Dia balik mengkritisi jajaran pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang tidak kunjung membereskan naskah akademik yang akan di bahas,Politisi Gerindra ini mengaku tidak terima dengan pernyatan Saefullah.

Dua raperda ini sengaja tidak dibahas DPRD karena proyek tersebut bermasalah,kalau pun ada hanya ad adua raperda yang mengatur tentang reklamasi,dengan begitu tidak ada raperda yang direvisi saat akan diberikan,Taufik mengharapkan Saefullah mengoreksi kinerja anak buahnya agar maksimal dalam mengerjakan naskah akademik setiap raperda.

Dia meminta Saefullah tidak banyak bicara terkait kinerja legislatif sebab dia menilai pembahasan kebijakan umum Perubahan APBD 2017 saja belum selesai dilakukan,Selain Taufik Angota Komisi DPRD DKI Jakarta Bestari Barus juga tidak terima dengan tudiingan Saefullah.

Sebabharus diingat jika posisi sebgai Sekda DKI merupakan jabatan tertinggi sebagai PNS,politisi NasDem ini mengharapkan Saefullah untuk fokus bekerja tanpa harus mencari popularitas.

Karena ini dapat menghambat ibu kota,sebelumnya Saefullah berharap DPRD DKI Jakarta segera membahas rancangan peraturan daerah yang masih merangkak pembahasannya,salah satunya adalah Raperda reklamasi revisi perda Tata Ruang Kawasan strategi Pantai Utara Jakarta dan Raperda tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulai kecil,dia mengungkapkan pihaknya terus mendorong legislatif agar segera dibahas diselesaikan beberapa aturan daerah yang telah direncanakan.

 

Advertisements