Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan fakta bahwa iklan produk makanan dan minuman yang menyesatkan konsumen. Salah satunya adalah mengiklankan susu kental manis, yang seharusnya tidak bisa digunakan sebagai minuman, tapi ditunjukkan sebagai susu untuk minuman keluarga

“Susu kental manis memiliki kandungan gula yang sama, namun iklan tersebut ditunjukkan sebagai susu,” kata Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Dr. Eni Gustina MPH saat diskusi publik dalam rangka Hari Anak Nasional 2017 di Jakarta baru-baru ini.

Eni mendesak orang untuk peduli terhadap tayangan iklan yang tidak pantas. Masyarakat bisa melaporkan jika ada tayangan iklan produk makanan yang tidak sesuai dengan sebutannya.

Ia melanjutkan, iklan visual yang tidak sesuai dan frekuensi tinggi inilah yang menyebabkan masyarakat berpikir susu kental manis adalah susu untuk anak minum. Jika ini berlanjut, dalam 20 tahun ke depan kesehatan anak Indonesia terancam terancam. Asupan gula tinggi di awal risiko obesitas dan diabetes dan berpotensi mengurangi produktivitas generasi masa depan.

Eni meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk lebih tegas terhadap peraturan siaran yang ada. KPI juga harus memiliki peraturan di mana orang dapat melaporkan tayangan dan iklan yang berpotensi menyesatkan.

“Sejauh yang saya tahu, KPI memiliki peraturan tentang kesan iklan yang menyesatkan, dan ada sanksi pidana dan 200 juta denda bagi mereka yang melanggar,” Eni menjelaskan.

Menanggapi hal tersebut, Komisaris KPI, Dewi Setyarini menjelaskan bahwa langkah yang perlu dilakukan adalah menyatukan persepsi acara ramah anak. Apa pun yang muncul di televisi harus dilakukan dengan perspektif anak, termasuk iklan susu kental manis yang zatnya sebenarnya bukan susu, tapi disebut susu.

“Untuk mewujudkan periklanan ramah anak ini, keterlibatan semua pihak diperlukan. Untuk mengetahui apakah konten itu ramah anak, KPI tidak dapat melakukannya sendiri, namun membutuhkan dukungan institusi dan institusi terkait serta partisipasi masyarakat,” kata Dewi.

Untuk diketahui, susu kental manis pertama kali diproduksi di Amerika pada abad ke-18, dengan menguapkan air dari susu segar (50 persen) dan kemudian menambahkan gula 45-50 persen. Karena daya tahannya pada saat itu banyak digunakan sebagai bekal tentara Amerika yang terlibat dalam perang sipil.

Dilihat dari komposisinya, susu kental manis mengandung 50 persen gula, 7,5 persen rotein, 8,5 persen lemak dan 34 persen air dan aditif lainnya. Dalam setiap porsi sajian (1 gelas = 150 ml air dan 4 sendok SKM), mengandung 20 gram gula atau setara dengan 2 sendok makan. Jumlahnya tinggi mengingat asupan harian yang direkomendasikan gula tidak melebihi 25 gram. Jika asupan gula berlebih, bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

Advertisements