Kasus kekerasan seksual kembali terjadi terhadap anak di bawah umur kali ini kejadian tersebut terjadi di Bandung. Pelaku berinisial Fs (26)  mencabuli seorang gadis belia berinisial GSP (13). Tersangka bahkan merekam adegan yang dilakukannya dan menyebarkan video tersebut ke media sosial.

Kasus ini sendiri bermula pada saat keduanya berkenalan di Facebook pada bulan febuari lalu . hubungan mereka pun semakin dekat dan sering melakukan komunikasi via Whatsapp. Sangkin akrabnya, tersangka kerap mengirimkan gambar dan video porno dengan menyisipkan ajakan untuk berhubungan intim. Seleang beberapa waktu, keduanya sepakat untuk saling bertemu. Setelah bertemu tersangka kemudian membawa korban ke rumahnya di daerah Sukasari, Kota Bandung. Disana GSP yang masih belia dipaksa untuk melakukan hubungan intim. Jika menolak, tersangka mengancam akan menyebarkan videonya. Dan lagi lagi GSP menyanggupi hal tersebut.

Korban tidak menaruh curiga hingga pada bulan Mei, gurunya menemukan video intim GSP dan FS dari muridnya, lalu melaporkan hal tersebut kepada pihak keluarga. Orang tua GSP pun segera melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian, setelah melihat percakapan anaknya dan tersangka di ponsel. “Diawali videonya diketahui oleh kepala sekolah. Lalu dilaporkan kepada orang tuanya. Dari orang tuanya, dilaporkan ke polisi,” kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (10/8).

Polisi yang mendapatkan laporan tersebut segera bergerak untuk meringkus tersanga FS. Pria yang diketahui pengangguran tersebut kini dijadikan tersangka dan telah mendekam di bui Mapolda Jabar. Pelaku dikenakan Pasal 81 dan 82 Undang-undang Perlindungan Ana katas perbuatannya yang menyetubuhi anak dibawah umur. Tersangka juga diancam hukuman Pasal 27 Undang Undang ITE.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengungkapkan, berdasarkan indivasi sementara tersangka mengaku sebagai seorang gigolo. Dirinya kerap menemani perempuan yang lebih dewasa atau yang lebih tua darinya. Sedangkan hubungannya dengan GSP diduga dirinya ingin mencoba ‘sensasi’ baru, dengan rayuan akan dinikahi secara resmi oleh tersangka.

“Dia (pelaku) mencoba menjadikannya (si korban) budak seks. Jadi setiap korban menolak, ancamannya disebar (videonya), sudah beberapa kali,” kata Umar.

“Dari pemeriksaan, yang muncul proses memposisikan korban di posisi lemah. Jadi, mau tidak mau, nanti disebarkan. Ternyata sudah mau, malah disebarkan juga. Nah ini yang mematahkan pengakuan tersangka niatnya mau dinikahi,” pungkasnya.

Baca juga ; Masjid Juga Bisa Menjadi Pusat Pemberdayaan Warga Bukan Hanya Tempat Ibadah

Advertisements